Tuesday, March 24, 2009

Mixing di home Recording


Mixing adalah hal yang paling menarik.Tidak sulit,tapi tak gampang juga.Untuk menghindari masalah tabrakan frekuensi,cobalah langkah ini:
*Non aktifkan semua EQ untuk semua chanel/track.Mulailah membalance.Bila waktu merekam semuanya sudah benar,maka harusnya takan ada frekuensi yang tabrakan.Dari balance awal ini,barulah kita mulai bisa menentukan track yang mana yang akan di EQ.
*Hindari memperlakukan EQ secara extrim.Gunakan hanya untuk memboost frekuensi tinggi pada vokal saja.Gunakan hanya Hi Cut dan Lo Cut saja pada track gitar listrik.Mainkan sedikit berani hanya untuk track drum saja.Simak lagi hasilnya.
*Pertimbangkan filosofi ini: EQ adalah sahabat terbaik yang bisa saja jadi musuh yang paling kejam bagi hasil mixing kita.
*Tabrakan frekuensi seringkali berawal dari perlakuan kita terhadap EQ.

Monday, March 23, 2009

Sound Gitar di Live


Pertanyaan seputar sound gitar yang fat dan wide ini memang cukup sering di pertanyakan.Dan memang sound gitar agak berbeda dengan sound dari instrumen lain.Jadi memang hampir tidak pernah habis untuk di bahas.

Sejujurnya sound gitar adalah hal yang lumayan complicated dan bikin pusing.Bahkan bagi gitaris profesional sekalipun.

Dalam situasi live,sound gitar memang cenderung tidak sesulit waktu rekaman.Bisa jadi karena durasi pertunjukan live yang hanya sekejap.Tapi durasi yang singkat itu tidak lantas bikin sang gitaris bisa 'cuek bebek' sama sound gitarnya.Karena pasti banyak gitaris yang moodnya bisa terpanggil dari sound gitarnya di panggung.

KONSISTENSI SOUND

Beberapa masalah yang sering muncul adalah tidak samanya sound gitar sewaktu kita main di rumah dengan di situasi live.Kalau biasanya di rumah kita main dengan ampli kecil,maka kita cenderung lebih konsen mendengarkan setiap detail yang diperdengarkan si ampli.Kemudian kita juga sudah terbiasa dengan besaran level tertentu.Katakanlah misalnya -10dB.

Sementara dalam situasi live semuanya serba berbeda.Waktu yang di sediakan cukup singkat dan level yang dibutuhkan cenderung lebih besas.Mungkin sekitar +4 dB atau malah lebih kebih.Dan ampli juga peralatan lain yang kita gunakan berbeda.

Idealnya memang kita menggunakan perangkat yang sama ketika di rumah dan di live.Bahkan sampai ke hal yang sedetail mungkin,seperti kabel,AC cord,dan power supply.Satu lagi yang di butuhkan adalah kreativitas dan wawasan yang lumayan tentang gitar.

Kreativitas bisa muncul dari diri setiap orang.Tinggal di gali saja.Sementara wawasan memang harus kita cari dan dikembangkan sendiri.Jadi wawasan itulah yang nantinya akan menopang kreativitas supaya tidak keluar jalur kelewat batas.

AMPLI

Kalau ingin menggunakan miking,pertimbangkan untuk mendapatkan gain structure yang tepat.Jadi sesuaikan level keluaran ampli dengan kemampuan daya tangkap mikrofonya.Untuk itu,bekerjasama dengan sound engineer akan sangat membantu.Tapi yang pertama adalah dapatkan sound yang ideal dari ampli dengan level tertentu.Tidak perlu menggeber ampli sampai speakernya berteriak.Lebih baik memprioritaskan soundnya terlebih dahulu.Jadi kerjasama dengan sound engineer memang sangat perlu.
Ampli yang berteriak terlalu kuat akan membuat sinyal yang diterima mikrofon dan mixer jadi sangat besar.Dengan demikian,biasanya sound engineer akan menekan tombol PAD pada mixer yang akan mengurangi besaran levelnya sekitar -20 dB untuk menghindari sinyal yang peak.

Miking drum

Biasanya miking drum membutuhkan 9 mikrofon.Rincianya adalah 2 buah untuk snare(Top&Bottom),1 untuk hi-hat,1 untuk tom 1,1 untuk tom 2,1 untuk floor tom,1 untuk bass drum,dan 2 untuk over head kanan-kiri.Kemudian kalau menginginkan bunyi yang lebih detail dari ride simbal biasanya perlu ditambahkan 1 mikrofon lagi.Jadi berarti membutuhkan sekitar 10 atau 11 kalau masih menginginkan ambience yang menggunakan sebuah mikrofon condenser dengan polar pattern omni directional.Gunakan mikrofon yang sesuai dengan kebutuhannya.

Pada snare drum posisi mikrofon harus membentuk sudut 30 derajat untuk mendapatkan suara kulit dan attack-nya.

Pada hi-hat bisa diambil dari atas atau bawah,tapi untuk mendapatkan sound stick pada saat memukul hi-hat,maka akan lebih baik diambil dari bagian atas.

Untuk bass drum,jangan memasukan damper terlalu banyak apalagi sampai menutupi seluruh permukaan kayunya,karena sound kayunya sangat diperlukan untuk membentuk karakter soundnya.Gunakan stand mikrofon,supaya mikrofon bisa berdiri dan berada di tengah-tengah bass drum.[Sandy andarusman-drumer pas band]

Sunday, March 22, 2009

Yang perlu saat rekaman[Drumer]


Perhatikan agar tuning drumnya tetap dalam keadaan tunned.Kemudian anda harus selalu mengecek hasil rekaman apakah semuanya sudah cukup rapi,rata,dan sesuai dengan keinginan si drumer dan music director.

Mintalah kepada operator untuk menambah atau mengurangi kebutuhan prosentase guide atau metronome yang dikeluarkan di headphone untuk membantu bermain drum.Kualitas musik dan vokal guide yang benar akan sangat membantu untuk mendapatkan groove pada saat pengisian.Sayangnya hal ini yang sering disepelekan oleh beberapa music director.Kualitas headphone yang digunakan pun sebaikny harus yang terbaik.Karena akan sangat membantu menghasilkan level yang baik tanpa distorsi.Level yang cukup baik juga bisa disesuaikan dengan kerasnya bunyi drum saat dimainkan.

Kalau bunyi dari headphone tidak cukup keras,maka si drumer biasanya akan meraba-raba dalam bermain dan ini sangat tidak nyaman.

Jadi persiapan sebelum melakukan rekaman memang sangat mutlak dilakukan.Tak peduli bagi drumer yang sudah sering masuk studio atau yang baru pertama kali rekaman.[Tutor:Sandy andarusman-drumer pass band]

Setting drum

Beberapa drumer profesional memerlukan tambahan untuk set drumnya.Penambahan itu disesuaikan dengan kebutuhan lagu tertentu,misalny cowbell,effectsnardd,twinpedal,simbal khusus atau instrumen lain.Tapi perlu perhatian ekstra untuk pendekatan teknik miking yang dilakukan.Upayakan untuk mendapatkan sound yang balance untuk semua komponen set drum tersebut.Sedangkan untuk set drum,juga ditentukan oleh faktor kebiasaan si drumer.Kalau settingny tidak nyaman,itu bisa mempengaruhi si drumer.Sehingga permainanya tidak "Lepas" dan kurang maksimal.

Proses recording

PERSIAPAN SEBELUM MASUK STUDIO

Untuk seorang drumer,persiapan awal pastilah permainanya sendiri.Dalam konteks pengisian drumnya,si player akan lebih bagus apabila mencoba dan melatih bentuk dan berbagai macam fill-in untuk beat tersebut.Dan biasanya di studio rekaman sudah di sediakan 1 set drum.tapi kalau ingin sound yang spesifik,lebih baik membawa set drum sendiri dengan setting seperti yang kita inginkan.

Apabila menggunakan drum yang sudah disediakan di studio,biasanya proses pencarian sound akan sulit,apabila head drum sudah dalam keadaan tidak baik.Kalau mungkin,minta pihak studio untuk menyiapkan head drum yang baru.dan jangan lupa membawa kunci drum sendiri untuk keperluan tuning.

Tuning bisa jadi termasuk hal yang sangat penting.Dapatkan sound dasar yang benar-benar baik,sebelum melanjutkan ke proses miking.Dalam tuning juga sebisanya hindari penggunaan dumper berlebihan.Karena bisa mengakibatkan sustain yang terlalu pendek dan kurang natural.

Kalau set drum yang akan di pakai memang diperuntukan bagi profesional atau di atas standar rata-rata,maka drum tersebut sudah layak di gunakan untuk recording.